syakila

syakila
bagaya

Senin, 12 September 2011

Senandung Patah Hati

Wahai Cinta, engkau telah membuatku lemah tak berdaya
Bagiku engkau adalah keindahan yang membuatku tak bisa memejamkan mata….
Engkaulah yang masuk kedalam kalbuku dan membuatku menjadi tawanannya..
Cinta datang laksana air yang menetes dan jatuh diatas bebatuan , hingga batu itu akan terkikis bersama sang waktu …berserak bagai pecahan bintang…

Senin, 15 Agustus 2011

Selamat Pagi Cinta

Udara yang diam begitu indah
Menghadirkan bola matahari
Dengan kemuning sinarnya
Aku teringat kamu

Terpuruk di sudut kamar
Menyanyi tanpa kata-kata
Rinduku menyulam pintalan doa
Tanpa lelah….

Untuk pagi mu yang indah
Selamat Pagi….

SANG PECINTA


Para pecinta adalah orang-orang gila
Atau para pemabuk
Yang tak pernah ingat realitas
Dalam dirinya hanya ada satu harap
Berkhalwat dengan kekasih

IKRAR

Mega bertebaran di langit jingga sore itu.
Senandung kata bernada terbawa angin
Yang menari di sela reranting.
Bersuara merdu bak perindu merindu.

PENOLAKAN CINTA

jangan salah kan cinta karna tak bersalah
jangan dera cinta bukan ia ingin terdera
salahkan luka yg engan pergi
salah kan ego diri yg tak bisa mencintai sepenuh hati
jalan yg kita lalui tak lewat disana tapi ada jalan yg lebih indah, abadi dan sederhana
hanya itu yg bisa kuberi kusalahkan diri tak mampu membalas kasih
kusalahkan diri mengapa tak mendamba saja padamu
tapi hati ini terlalu kecil utk menampung besarnya cintamu
maafkan aku yg telah punyai cinta sederhana sendiri
tapi takan kubiarkan engkau terbang dgn sayap tak terkepak penuh
aku disini tetap mendukung mu karna aku sahabat mu

Sekuntum Mawar Muda

Jika aku menunggu mekarmu penuh
Akankah harummu mampu kurengkuh
Di sini --menanti, kuncupmu tumbuh
Sembari cemas ini tak jua mau luruh

Apakah itu Cinta?

Aku memandang nyalang, pada manusia lalu lalang
Kulihat, tanpa sedikitpun segan, mereka menggamitkan jemari tangan
Kata cinta menguar di angkasa, menghayutkan gemawan mega
Mangaburkan keindahan bintang gemintang, panji dan agungnya bentara
Namun di sini, berdiri aku dalam keraguan
Tak mengerti dan terus bertanya :